Seminar Regional : Menjawab Peluang dan Tantangan Konservasi Jenis Ikan di Kalsel

Banjarbaru – Untuk mendorong pemanfaatan Jenis Ikan di Kalsel secara berkelanjutan khususnya jenis ikan yang dilindungi dan terancam punah, BPSPL Pontianak bekerjasama dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Seminar bertajuk “Peluang dan Tantangan Konservasi Jenis Ikan yang dilindungi dan Terancam Punah di Kalsel’ di Aula FPK ULM (3/5) yang dihadiri lebih kurang 150 peserta yang berasal dari Dosen dan Mahasiswa serta Instansi terkait (Dinas Kelautan dan Perikanan  Propinsi Kalimantan Selatan, Balai Karantina Ikan, BKSDA) dan Media Massa.Kepala Seksi Pendayagunaan dan Pelesterain BPSPL Pontianak, Sy Iwan Taruna Alkadrie menjelaskan, bahwa dari 20 Prioritas Pengelolaan Jenis Ikan yang dilindungi dan terancam punah yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hampir sebagian besar ada di Kalsel.“Oleh karena itu jenis ikan tersebut harus dilindungi, dilestarikan dan dimaanfatkan secara berkelanjutan, melalui upaya konservasi jenis ikan, dimana konservasi yang dimaksudkan bukan berarti melarang masyarkat untuk memanfaatkan, Masyarakat tetap boleh memafaatkan akan tetapi dengan secara tidak langsung seperti pemanfaatan berbasis ekowisata dan itu merupakan peluang besar di Kalsel” tambah Iwan.Beliau mencontohkan beberapa pemanfaatan yang telah dilakukan didaerah lain, yaitu ; di Pulau Derawan (Kaltim) dimana nelayan disana sudah berhasil mengembang wisata penyu, dan di Perairan Talisayan yang mengembangkan wisata Hiu Paus.“Untuk di Kalsel sendiri BPSPL Pontianak, telah mendorong masyarakat melalui kelompok peduli lingkungan di Pulau Denawan Kab. Kotabaru dengan mengembang wisata penyu, yaitu melihat penyu bertelur yang telah dilakukan oleh kelompok PAMALI”. Jelas  Iwan.Selain peluang pemanfaatan jenis ikan yang dilindungi dan terancam punah terdapat juga tantangan yang cukup besar dalam pengelolaan konservasi jenis ikan, tantangan yang dihadapi antara lain; masih banyaknya masyarakat yang kurang sadar dan paham terkait konservasi itu sendiri, sehingga pola pemanfaatan yang dilakukan cenderung berlebihan atau terus menerus.

Dekan FPK UNL, Pahmi Ansyari menyebutkan bahwa pemanfaatan jenis ikan harus sebanding kemampuan reproduksi ikan, karena jika tidak maka dipastikan jenis ikan tersebut bisa punah, dan ini memerlukan upaya-upaya konservasi yang tentunya merupakan tantangan bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Stakeholder, Masyarakat, serta Akademis (Perguruan Tinggi). [apri]

http://bpsplpontianak.kkp.go.id/